Ceritanya berawal dari sebuah kegiatan yang mendekat pada alam
Kegiatan yang awalnya hanya untuk menggugurkan kewajiban namun ternyata aku terjebak dalam hingar bingar di dalamnya. Bukan hingar bingar yang fana, tapi hingar bingar sosial dan alamiah, dekat dengan alam, dengan dengan para pecinta alam pula.
Yaa pramuka.. Berkemah.. Sesederhana itu..
Hari itu entah aku lupa tanggal berapa, yang jelas malam minggu di tahun 2015 antara akhir Agustus dan awal September.. Haha, malam minggu mana yang lebih fantastis dibanding malam minggu dimana kamu menjadi panitia kenaikan bantara adik-adik kelasmu?
Aku rasa tidak ada, mungkin karena disini ada sesuatu yang berbeda, mungkin..
Seperti bisa, seperti kemah dan kepanitiaan yang lain, aku menawarkan tenagaku sebagai panitia medis, maklum hanya itu yang aku bisa, dan kebetulan aku sebenarnya tidak tertarik waktu itu, hanya saja aku merasa perlu mengemban tugas itu yaa salah satunya karena tugasku tidak berat dan fleksibel.
Dengan kesepakatan yang begitu menguntungkanku, boleh pulang kapan saja dan boleh menginap.
HAHA licik sedikit tak apalah, toh aku juga tidak berharap ada yang terluka di sana..
Yaa singkat cerita..
Malam itu aku sudah berpindah dari pos pertama ke pos pertengahan, tujuan awalku sih mengecek semua baik-baik saja siapa tau ada yang lelah dan butuh sedikit bantuanku karena mereka sudah berjalan separo jalan dari yang seharusnya, ya mereka sedang mengikuti pengembaraan.
Dan disitu ramai sekali, berkumpul juga panitia-panitia lain yang tugasnya di pos awal telah usai, jugga panitia-panitia di pos-pos akhir yang belum kebagiaan jadwal. Lama sekali aku di sana sampai aku merasa ngantuk dan ingin pulang. Walau sebenarnya memag sudah kurencanakan untuk pulang. Wkwkwkwk...
Saat adik-adik kelasku ini sudah mulai berangkat melanjutkan perjalannya lagi dan sudah kupastikan semua baik-baik saja dan sudah ditangani dengan baik dan panitia-panitia di pos-pos akhir mulai berangkat ke posnya masing-masing aku berencana untuk pamit pulang.
Namun, ada seorang teman lelaki sebut saja namanya Bitra. Dia mengajakku untuk ikut ke posnya
"Ayo ikut ke posku aja"
"Aku ngantuk tapi, pengen pulang"
"Udah tidur di mobilku aja nanti kalo udah ngantuk"
Wahh, tawaran yang bisa dipertimbangkan tentu saja, karena sudah larut juga kalau pulang bisa jadi sudah dikunci smua pintu, alhasil stelah negosiasi yang agak panjang dan dibujuk teman yang lain pun aku memutuskan untuk ikut ke pos nya Bitra.
Wahh setelah sampai di sana, ya begitulah biasa saja mengobrol, aku duduk di sebelahnya.. haha
Suasananya sepi hanya beberapa motor dan mobil yang sesekali lewat, beberapa anak jalanan alay yang lewat sambil berteriak-teriak entah mengelu-elukan apa dengan suara mesin motornya yang sangat tidak nyaman di telinga. Lama sekali menunggu para calon-calon bantara ini datang..
Sampai lapar dan aku tidak mengantuk lagi.. Hahahaha
Pelan-pelan ada sesuatu yang berbeda di hati..
Sedikit-sedikit ekor mataku slalu mengikutinya diam-diam..
Sentuhan-sentuhan kecil saja bisa membuat degup jantung terpacu..
Ahh aku mencoba menepis perasaan itu, mencoba menahannya sekuat tenaga..
Hello, it's first time kehadirannya membuatku resah..
Selama aku kenal dengan Bitra dia hadir ataupun tidak aku tak masalah..
Aku jarang mencari hadirnya dulu..
No problem dia ada atau gak di acara-acara atau kegiatan yang seharusnya dia ada..
But how? bagaimana bisa itu hanya butuh beberapa jam, bahkan menit untuk membuat hadirnya begitu mengusikku..
To be continue....
Kegiatan yang awalnya hanya untuk menggugurkan kewajiban namun ternyata aku terjebak dalam hingar bingar di dalamnya. Bukan hingar bingar yang fana, tapi hingar bingar sosial dan alamiah, dekat dengan alam, dengan dengan para pecinta alam pula.
Yaa pramuka.. Berkemah.. Sesederhana itu..
Hari itu entah aku lupa tanggal berapa, yang jelas malam minggu di tahun 2015 antara akhir Agustus dan awal September.. Haha, malam minggu mana yang lebih fantastis dibanding malam minggu dimana kamu menjadi panitia kenaikan bantara adik-adik kelasmu?
Aku rasa tidak ada, mungkin karena disini ada sesuatu yang berbeda, mungkin..
Seperti bisa, seperti kemah dan kepanitiaan yang lain, aku menawarkan tenagaku sebagai panitia medis, maklum hanya itu yang aku bisa, dan kebetulan aku sebenarnya tidak tertarik waktu itu, hanya saja aku merasa perlu mengemban tugas itu yaa salah satunya karena tugasku tidak berat dan fleksibel.
Dengan kesepakatan yang begitu menguntungkanku, boleh pulang kapan saja dan boleh menginap.
HAHA licik sedikit tak apalah, toh aku juga tidak berharap ada yang terluka di sana..
Yaa singkat cerita..
Malam itu aku sudah berpindah dari pos pertama ke pos pertengahan, tujuan awalku sih mengecek semua baik-baik saja siapa tau ada yang lelah dan butuh sedikit bantuanku karena mereka sudah berjalan separo jalan dari yang seharusnya, ya mereka sedang mengikuti pengembaraan.
Dan disitu ramai sekali, berkumpul juga panitia-panitia lain yang tugasnya di pos awal telah usai, jugga panitia-panitia di pos-pos akhir yang belum kebagiaan jadwal. Lama sekali aku di sana sampai aku merasa ngantuk dan ingin pulang. Walau sebenarnya memag sudah kurencanakan untuk pulang. Wkwkwkwk...
Saat adik-adik kelasku ini sudah mulai berangkat melanjutkan perjalannya lagi dan sudah kupastikan semua baik-baik saja dan sudah ditangani dengan baik dan panitia-panitia di pos-pos akhir mulai berangkat ke posnya masing-masing aku berencana untuk pamit pulang.
Namun, ada seorang teman lelaki sebut saja namanya Bitra. Dia mengajakku untuk ikut ke posnya
"Ayo ikut ke posku aja"
"Aku ngantuk tapi, pengen pulang"
"Udah tidur di mobilku aja nanti kalo udah ngantuk"
Wahh, tawaran yang bisa dipertimbangkan tentu saja, karena sudah larut juga kalau pulang bisa jadi sudah dikunci smua pintu, alhasil stelah negosiasi yang agak panjang dan dibujuk teman yang lain pun aku memutuskan untuk ikut ke pos nya Bitra.
Wahh setelah sampai di sana, ya begitulah biasa saja mengobrol, aku duduk di sebelahnya.. haha
Suasananya sepi hanya beberapa motor dan mobil yang sesekali lewat, beberapa anak jalanan alay yang lewat sambil berteriak-teriak entah mengelu-elukan apa dengan suara mesin motornya yang sangat tidak nyaman di telinga. Lama sekali menunggu para calon-calon bantara ini datang..
Sampai lapar dan aku tidak mengantuk lagi.. Hahahaha
Pelan-pelan ada sesuatu yang berbeda di hati..
Sedikit-sedikit ekor mataku slalu mengikutinya diam-diam..
Sentuhan-sentuhan kecil saja bisa membuat degup jantung terpacu..
Ahh aku mencoba menepis perasaan itu, mencoba menahannya sekuat tenaga..
Hello, it's first time kehadirannya membuatku resah..
Selama aku kenal dengan Bitra dia hadir ataupun tidak aku tak masalah..
Aku jarang mencari hadirnya dulu..
No problem dia ada atau gak di acara-acara atau kegiatan yang seharusnya dia ada..
But how? bagaimana bisa itu hanya butuh beberapa jam, bahkan menit untuk membuat hadirnya begitu mengusikku..
To be continue....