Minggu, 26 Mei 2013

Dia Mengajarimu Untuk Bersabar

Seorang kawan bertanya dengan nada mengeluh.

“Dimana keadilan ALLAH?”, Ujarnya. “Telah lama aku memohon dan meminta padaNya satu hal saja. Kuiringi semua itu dengan segala kataatan padaNya. Kujauhi segala larangannya. Kutegakkan yang wajib. Kutekuni yang sunnah. Kutebarkan shadaqah. Aku berdiri di waktu malam. Aku bersujud di kala dhuha. Aku baca KalamNya. Aku upayakan sepenuh kemampuan mengikuti jejak RasulNya. tapi hingga kini ALLAH belum mewujudkan harapanku itu. Sama sekali.”

Saya menatapnya iba. Lalu tertunduk sedih.

“Padahal,” lanjutnya sambil kini berkaca-kaca.”Ada teman lain yang aku tahu ibadahnya berantakan. Wajib nya tak utuh. Sunnahnya tak tersentuh. Akhlaknya kacau. Otaknya kotor. Bicaranya bocor. tapi begitu dia berkata bahwa dia menginginkan sesuatu, hari berikutnya segalanya telah tersaji. Semua yang dia minta didapatkan. Dimana keadilan ALLAH?”


Rasanya saya punya banyak kata-kata untuk manghakiminya. Saya bisa saja mengatakan “Kamu sombong. Kamu bangga diri dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kamu tertipu oleh kebaikanmu sebagaimana iblis telah terlena! Jangan heran kalau doamu tidak diijabah. Kesombonganmu telah menghapus segala kebaikan. Nilai dirimu hanya anai-anai beterbangan. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih tinggi kedudukannya di sisi ALLAH karena dia merahasiakan amal shalihnya!”


Saya bisa mngucapkan itu semua. Atau banyak kalimat kebenaran lainnya.

Tapi saya sadar. ini ujian dalam dekapan ukhuwah. maka saya memilih sudut pandang lain yang saya harap lebih bermakna baginya daripada sekedar terinsyafkan tapi sekaligus terluka. Saya khawatir, luka akan bertahan jauh lebih lama daripada kesadarannya.


Maka saya katakan padanya,


“Pernahkan engkau di datangi pengamen?”

“Maksudmu?”

“ya, pengamen,” lanjut saya seiring senyum, “pernah?”

“iya. Pernah” wajahnya serius. matanya menatap saya lekat-lekat.

“Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, parau, sumbang, dan cemprang.



Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”

“Segera kuberi uang,” jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”

“Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara emas, mirip sempurna dengan Ebit G.Ade atau sam bimbo yang kau suka, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi; apa yang kau lakukan?”

“Kudengarkan, kunikmati hingga akhir lagu,” dia menjawab sambil memejamkan mata, mungkin membayangkan kemerduan yang dicanduinya itu. “Lalu kuminta dia menyanyikan lagu yang lain lagi. Tambah lagi. dan lagi”

Saya tertawa.

Dia tertawa.

“Kau mengerti kan?” tanya saya.

“Bisa saja ALLAH juga berlaku begitu pada kita, para hambaNya. JIka ada manusia yang fasik, keji, mungkar, banyak dosa, dan dibenciNya berdoa memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat : Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak mendengar ocehannya. Aku benci menyimak suaranya. Aki risi mendengar pintanya!”

“Tapi,” saya melanjutkan sambil memastikan dia mencerna setiap kata,

“Bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintaiNya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan yang sunnah; maka mungkin saja ALLAH akan berfirman pada malaikatNya :


Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sungguh Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hambaKu ini terus meminta, terus berdoa, terus menghiba. Aku menyukai doa-doanya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai khusyuk dan tunduknya. Aku menyukai puja dan puji yang dilantunkannya. Aku tak ingin dia menjauh dariKu setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintai-Nya.”

“Oh ya?” matanya berbinar. “Betul demikiankah yang terjadi padaku?”

“Hm… Pastinya aku tak tahu,” jawab saya sambil tersenyum.

dia terkejut. segera saya sambung sambil menepuk pundak-nya, “aku hanya ingin kau berbaik sangka.”

Dan dia tersenyum. Alhamdulillah…


—————————————————————————————————————————


ada banyak hal yang tak pernah kita minta

tapi ALLAH tiada alpa menyediakan untuk kita

seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,

dan kicau burung yang mendamai hati

jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan

bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan

Selasa, 09 April 2013

Untuk Kamu, yang Mengajariku Arti Menunggu yang Sesungguhnya


Jarak, Waktu, Rasa, dan Aku

1 tahun, 9 bulan, 3 minggu . . .
Waktu yang lama sebenarnya. Rasanya aku sudah mengenalmu dengan baik. Jarak kita sebenarnya dekat, hanya beberapa ratus meter, menyebrangi jalan raya itu, sampai ke rumah mu.

Dulu, dulu sekali . . .
Saat cinta masih membuncah ,menggemuruhkannya dalam dada . .
Saat cinta masih menggetarkan jiwa yang sepi . .
Saat cinta masih terus mengusik dan memenuhi atmosfir raga ini . .
Dan saat cinta masih mampu menenggelamkan waktu . .

Mungkin kau tak ingat,
Tak ingat bagaimana caranya kau mencintaiku, dulu . .
Tak ingat bagaimana caranya kau memanjakanku, dulu . .
Tak ingat bagaimana caranya kau mengepakkan sayap kupu-kupu dalam hatiku, dulu . .
Dan tak ingat bagaimana caranya sampai kau lupa rasanya melakukan semua itu . .

~continue~

Selasa, 26 Februari 2013

Surprise di Penghujung Senja

     22 Februari 2013 . Yaap, hari ulang tahun nya si anak kembar. . Hani dan Hanif . .
Rencana awal, aku, Ni'ma, dan Elisa akan membuat kue untuk surprise ulang tahun mereka . Namun, yang terjadi adalah Aku, Elisa, Lika, Andini, Nabila, Anis, dan Indri lah yang akhirnya membuat kue untuk mereka berdua .
     Jam 2 siang aku dan lika berangkat ke rumah Elisa. sampai di sana kita ke pasar Telihan. Namun apa daya, ban motor ku bocor di jalan. jadi motor ku di tambal di bengkel. Aku, Lika, dan Elisa pun jalan kaki ke pasar Telihan . Sekitar jam 3 kami baru mulai membuat kue. Di bantu oleh mama nya Elisa, dan untuk pertama kalinya aku membuat kue bersama teman-teman dan berhasil.

Inilah hasil kue buatan kami yang baru keluar dari Oven . aneh ya?? wkwkwk



     Dan waktu kue ini sudah keluar dari oven, Andini, Indri, Nabila, dan Anis sudah datang dan mulai merusuh.. wkwkwk :D . . Kita dingin-dinginkan kue nya. dan membuat whippi cream . Lalu kami pun mulai menghias kue ini dengan whippy cream dan coklat batang yang telah kami potong-potong dengan hasil yang tidak seberapa, dan hasil tampilan kuenya pun tidak seberapa.







Dan inilah hasil karya kami ber-7 . .


     
     Dan yang tak disangka-sangka. Jam setengah 6 sore kami baru berangkat ke rumah Hani dan Hanif . 
Di depan rumah Hani, kami nyalain lilin dan memberi surprise kepada Hani. Dan kami bernyanyi lagu Happy Birthday buat Hani. Sayang Hanif nya gak ada di rumah . Dan Hani meniup Lilin, memotong kue, dan adegan suap-suapan juga. Saat mau pulang, mama nya Hani ngeluarin senjata pamungkas nya. Empek-empek. Gak jadi pulang deh. Wkwkwkwk.. . . :D
     Habis makan kita foto-foto di depan rumah Hani . . . Dan berakhirlah Surprise di penghujung senja ini .
Happy Birthday Hani dan Hanif. Buat Hani jangan galau-galau lagi. Semoga makin cantik, makin pinter, makin baik, makin2 yang baik pokoknya. Buat Hanif, semangat trus Bola nya. Tambah pinter juga, tambah2 yang baiklah pokoknya. Buat kalian bedua SUKSES UAS & UAN!!!



















Sekian dan terima kasih teman-teman . . . :D

Kamis, 21 Februari 2013

Nasehat yang Salah

     Nasehat. .
Yah, setiap hari kita slalu mendengar dan mendpatkan nasehat dari manusia-manusia di sekeliling kita .
Tapi, pernahkah kalian mendapatkan nasehat yang salah? Salah dalam cara penyampaian nya ?
Nasehat itu bukannya malah memotivasi diri kita untuk menjadi lebih baik, tapi malah menyinggung perasaan kita sendiri ? Malah menjatuhkan harga diri kita ? Malah menusuk perasaan kita ?

                                                                         *---*

     Ya, salah seorang teman pernah mengalaminya . Dan aku ikut merasakan bagaimana tertusuk nya perasaan itu .
      H setiap hari jarang makan nasi kalau istirahat bimbel . Dia hampir selalu makan jajan dari palek-palek depan sekolahan . Ibu nya jaga kios di pasar. Bapaknya juga bekerja . Jadi tidak ada yang mengantar makan siang untuknya, karena rumahnya yang jauh dari sekolah .
     Sampai suatu hari, saat dia membeli makan siang batagor, salah satu teman D langsung menyambar nya dengan nasehat yang salah .
     "Astaga H!! Gak makan nasi lagi?! Gimana badanmu mau gedek kalo makannya kayak gitu trus??!!"
(Dengan memasang muka jengkel dan nada yang bikin ncuzzz!!)
Dan H pun menjawab
     "Aku gak ada uang itu loh"
A menambahi
     "Ya kemaren lah kamu kenapa gak makan nasi"
D ikut menambahi
     "Lagipula gak baik kalo tiap hari gak makan nasi!!"
A pun menambahi lagi
     "Harusnya kamu kalo pagi masak buat makan siang ini"
H pun menjawab
     "Aku gak bisa makan makanan dingin, aku muntah nanti"
A menambahi lagi
     "Dipaksain lah . kamu kira aku gak mau muntah apa makan dingin gini?! tapi aku paksain!"
H pun diam dan mengalah, N pun menengahi
     "Sudahlah . ."
A menambahi lagi
     "Gak bisa gitu dong, kita kan ngasih tau yang bener"
D ikut menambahi
     "Iya, itu juga untuk kebaikannya"
Akhirnya hening . . Kami makan dalam diam dan masing-masing . Namun D yang memang dasarnya sensi dan pemarah, makan dengan kasar, dan si M yg duduk di depan N pun yang melihat tingkah laku N yang makan dengan kasar malah menambah suasana panas dalam makan siang kali ini    
     "Kamu kenapa N ??"

                                                                         *---*

Seusai makan, aku duduk di sebelah H .
     "Yang kemaren ya kemaren aja, hari ini ya hari ini aja . Masalahnya kemaren marahnya sekarang"
Aku pun menanggapi
     "Sebenernya mereka bener, tapi cara mereka nyampaiinnya salah . Harus nya kalo nasehatin tuh jangan ngomongin jeleknya, jangan nyindir dan jangan di olok-olok"
H menjawab
     "Iya, aku tuh sebelum setengah 7 harus sudah di depan nunggu angkot. Aku sarapan aja buru-buru . Kompor di rumahku tuh cuma 1 yang berfungsi . Satunya enggak . Ibu ku cuma sempet buat sarapan, karena kompornya cuma sebelah yang bisa dipake . Nanti ibu ku marah lah kalo aku minta buatkan makan siang ku juga . Lagipula aku juga harus nabung . Jadi gak selalu punya uang"

                                                                          *---*

     Yah, itulah. Nasehat yang baik itu harus dengan kalimat yang membangun, memotivasi, dan gak menjatuhkan, gak menyindir, gak mengolok, dan juga dengan suara yang lembut, bukan dengan suara yang menggelegar mengalahkan suara petir dan bukan dengan memasang tampang seperti penuntut umum dalam pengadilan yang merasa paling benar dan sedang menghakimi yang paling salah .
     Bukan . Yang ada malah bikin sakit hati .
#Berdasarkan Cerita Nyata
*H : Someone
  N : Someone
  A : Someone
  M : Someone
    Tolong dimaafkan atas segala publikasi aib ini . Hanya sekedar sharing saja . Gomen kawan :)

Rabu, 20 Februari 2013

Maafkan Daku Sang Pujangga Tak Teranggap Yang Tak Pandai Merangkai Kata


H-12

     Gak terasa, 12 hari lagi akan berjuang menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). . Huft, Lelah menjalani semua ini. Buat temen2 seperjuangan dan buat diriku sendiri khususnya, apa semua sudah siap menghadapi ini semua?
     Tetap semangat teman-teman. belajar yang bener. Matikan dulu perasaan-perasaan yang menggundahkan hati dan fikiran itu. Fokus UAS dan UAN teman-teman. Tobat mas/mbak. . Tobat dulu. .
Jangan galau-galauan dulu yah. . .
     Ntar kalo udah lanjut ke jenjang selanjutnya, baru tuh. banyak inceran baru kok. Calon kakak-kakak kelas pada nunggu bertemu kalian loh. Banyak gebetan baru nanti itu. Jangan sekarang. Fokus dulu, fokus.
     Oke? sekian dan terima kasih :)

Andini, Duwik, Nabila

Buat Andini Caem Abizz, Duwik cimi-cimi, dan Nabila yang tercakitieh . .
Maapkan daku yang dengan senonoh membeberkan foto-foto sekseh kalian di Blog saya ini . .

Andini Caem Abizz









Duwik Cimi-cimi





Nabila yang tercakitieh




Maapkan daku yang tidak tau lagi ingin memposting apa..
Ini kenang-kenangan kita teman.. :)
GOMEN!!

Sabtu, 16 Februari 2013

Hari Ini

Duduk . . Diam . .
Lamunan angan indah . .
Dari balik awang-awang . .
Nada berdendang di telinga . .
Menggema, di setiap celah ruang . .
Duduk terpaku, mengintai dunia . .
Detik terus terlampau . .

Hari ini, aku tetap tak bisa jadi bagian hidup nya . .
Dan seterusnya pun . .
Aku lelah, berhenti sejenak melepas penat . .
Tanda penat tlah merajam . .
Ku biarkan dunia berputar . .
Tanpa hadirku dalam asa nya . .
Walau ku tau, aku masih terus di sini . .
Mengisi kekosongan dengan kekosongan . .


Senin, 11 Februari 2013

Moment at Nabila Birthday Partyε˘`)


At Nabila Birthday Party
Syifa, Nabila, Anisha, Lika, Putri Hani (paling belakang)
Riska, Andini, Ovi, Kirana (tengah)
Azizah, Dwi, Anas, Vina (depan)
(Dari ujung kiri)



At Nabila Birthday Party
Anisha, Firda, Kirana (paling belakang tak tampak wajahnya)
Putri, Lika, Azizah, Andini, Anas, Riska (kedua dari belakang)
Syifa, Hani, Indri, Ni'ma (ketiga dari belakang)
Cakra, Ovi, Vina, Dwi, Nabila (paling depan)


At Nabila Birthday Party
Anisha, Azizah, Riska, Anas, Vina


At Nabila Birthday Party
Andini, Riska, Azizah, Vina, Anas


At Nabila Birthday Party
Nabila Juliansyah Putri (yang ulang tahun)


Introduce ~(˘▾˘)~ . . . . .

     I'm is a human. hahaha..jelas aku manusia. kalo bukan, masa hantu? horor banget Blog yang punya hantu. okehh, ini kok ngelantur ke hantu. begini. jelasnya saya adalah . . . .
     Jeng jeng jeng jeng !!! 
     Nama lengkap aku Vina Ayu Nindita. Arti nama aku ya?? Emm.. kalo cari di Om Google sih, Ayu tuh artinya Cantik dalam bahasa jawa, kalau Nindita artinya adalah Lebih unggul, sedangkan Vina sendiri artinya gatau apaan. Dalam bahasa suku apapun di Tanah Air Indonesia Raya ini enggak ada artinya. mungkin bokap nge fans sama Vina Panduwinata kali dulu pas ngasih nama ku, maka nya ada Vina nya segala itu...
     Iyaps. Nama panggilan ku sudah bisa di tebak, Vina (yang gatau apa artinya). Oke.. Aku bersyukur dapet nama ini karena dari Tk-Sd gak ada yang nama nya sama. cuma ini SMP, adek kelas dipanggil nya juga Vina. berduplikat deh sekarang. 
     Boleh juga kalo mau panggi aku Pipinul. apa kah itu Pipinul? iya. itu adalah gabungan dari Pipin dan Pinul menghasilkan Pipinul. Horeee.. Jadi pas Sd dulu sahabat-sahabatku ngasih aku panggilan Pipin dan temen sd ku juga mlesetin nama ku jadi Pinul dan akhirnya aku gabungkan menajadi Pipinul. 
     Lahir? Aku pernah lahir gak yah?! 
     kayaknya pernah deh.. Okeh aku ingat. Aku lahir di tanah Kalimantan yang dulu nan hijau namun sekarang gersang. Tepatnya di kota tercintah yaitu Kota Bontang, itulah kota TAMAN (Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, Nyaman)..
Lahir  pada hari Minggu tepatnya tanggal 22 Maret 1998. Lahir dari pasangan suami istri Bapak Harun Abdul Rosyid dan Ibu Kasmi. Asli keturunan Jawa Tulen.
     Kelas berapa? itung aja dewe dari tahun lahir ku. bisa ditebak kok. wokehh!!
Okeh. sekian postingan dari "I'm is . . . . ." sudah lelah bekoar-koar  ┒(⌣˛⌣)┎